burung twitter

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO0CbMX1ckEyrD5-nNVVikMJUj8PqTvla07VrKn6vgqXApnSbP2Nynmp6k21AWW5pDNiov1VpuxqNUobEehJg96HnVkfaJdkHdDB5oJsEU_JCj4yyxqTZZs9EXL782rT9fSg8-08LfB6o/s1600/Blue+bird.png

Rabu, 07 Oktober 2015

Mataharipun Ingin Menangis



Hasil gambar untuk gambar sedih
Add caption

Aurel merupakan anak orang yang terpandang dan sangat mampu dalam hal ekonomi. Ayahnya sebagai manager di sebuah perusahaan terbesar yang ada di Jakarta. Sedangkan ibunya sebagai pengusaha. Maka dari itu, tidak heran jika seluruh keinginannya akan dituruti oleh kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya sangat jarang berada di rumah, mereka sangat sibuk mengurus pekerjaanya di Jakarta. Alhasil perkembangan Aurel pun tidak pernah dipantau oleh keduanya, padahal saat ini Aurel berada di masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa remaja. jika perkembangan tersebut tidak pernah dilihat oleh kedua orang tuanya, maka Aurel bisa terjerumus pada kenakalan remaja.
“Ma, uang bulananku sudah habis dan keperluan sekolahku masih bayak yang belum aku bayar Ma !!” (Ucap Aurel sambil berbohong kepada mamanya).
“Baik nak, akan ibu kirim sebentar lagi”(jawab Mama Aurel).
“Iya ma, jangan lama-lama loh ya !!!”(Jawab Aurel dengan nada sedikit tinggi).
Kenakalan remaja tersebut benar-benar telah ada pada diri Aurel. Saat Aurel masih duduk di kelas 3 SMP, ia telah mempunyai kelompok atau yang biasa disebut geng. Hampir setiap minggu mereka shopping dan nonton film di bioskop. Lebih dari satu juta yang Aurel habiskan dalam satu kali berbelanja. Tak jarang, ia pulang hingga larut malam. Aurel merasa sudah terbiasa dengan pulang di larut malam karena ia tidak pernah diawasi oleh kedua orang tuanya. Jadi, Aurel bisa bebas pulang pukul berapa pun itu.
“Malam ini aku puas banget bisa berbelanja baju dengan trend terbaru dan menghabiskan malam mingguku dengan menonton film di bioskop.” (Ujar Aurel). Tak lama kemudian, Aurel tertidur.
            Keesokan harinya, Aurel juga mengajak gengnya untuk bertamasya ke tempat-tempat wisata yang ada di sekitar kotanya. Selama satu bulan, Aurel bisa menghabiskan lebih dari sepuluh juta. Orang tuanya tidak pernah menghiraukan jumlah pengeluaran yang telah Aurel habiskan karena mereka terlalu sibuk dan tidak sempat untuk mengecheck hal itu.
            Bulan Ramadhan akan segera datang. Seluruh umat muslim di dunia sangat menunggu kedatangannya yang hanya satu bulan dalam satu tahun, bagaikan menunggu datangnya malam setelah sehari penuh digunakan untuk bekerja. Namun, hal itu tidak seperti apa yang Aurel rasakan. Suasana bulan Ramadhan sama saja dengan masa-masa sebelum datangnya Bulan Ramadhan tersebut. selama Bulan Ramadhan, seluruh waktunya dihabiskan hanya untuk shopping ke berbagai mall. Aurel berpuasa pun hanya pada pada saat orang tuanya berada di rumah. Setelah orang tuanya kembali kepada kesibukannya mengurus pekerjaan, maka Aurel enggan untuk berpuasa dan kembali kepada sifat-sifatnya yang boros serta tidak melaksanakan ibadah puasa dan trawih layaknya umat muslim pada umumnya.
Aurel tengah berpacaran dengan seorang anak pengusaha juga, ia bernama Gabriel. Ia menjalin hubungan tersebut sudah hampir satu tahun. Suatu saat Aurel diajak Gabriel untuk shopping bersamanya.
“Sayang, kita jalan-jalan yuk.” (Ucap Gabriel)
“Boleh juga sayang. Kita juga udah lama tidak jalan bareng.” (Jawab Aurel)
“Iya sayang, bener banget itu. Mau berangkat jam berapa sayang?’
“Kalau itu sih terserah kamu aja sayang.”
“Gimana kalau kita berangkat pukul lima sore?”
“Tidak masalah sayang, aku bisa kok.”
“Oke sayang, nanti aku jemput ke rumah kamu ya?”
“Iya sayang.”
Pukul setengah lima sore, Gabriel menjemput Aurel yang telah menunggunya di depan di beranda rumahnya. Tepat pukul lima sore mereka telah sampai di mall yang mereka tuju. Lalu mereka pun asik berbelanja hingga pukul sepuluh malam. Mereka  tidak melaksanakan ibadah  puasa dan sholat trawih.
Setelah mereka telah puas berbelanja, Gabriel mengantar Aurel ke rumahnya. Sesampainya di rumah, tidak lama kemudian Aurel langsung terlelap dalam dunia mimpi.
Beberapa hari kemudian, Aurel bermain ke rumah Gabriel. Lalu ia meminjam hape Gabriel. Aurel melihat seluruh pesan yang ada di hape Gabriel. Ternyata Gabriel selingkuh dengan perempuan lain.
“Ini siapa? Kok manggil sayang ke kamu?”(Tanya Aurel keheranan)
“Eeee. Itu bukan siapa-siapa kok sayang, Cuma temen saja.”(Jawab Gabriel member penjelasan bohong kepada Aurel)
“Sudah tidak perlu bilang sayang lagi, kalau memang Cuma teman, kenapa sampai sedeket ini?”
“Aku sama dia tidak deket kok sayang, Cuma teman biasa saja. Beneran !!”
“Sudahlah Gabriel, tidak usah bohong. Mulai sekarang kita putus !!!”
Tidak lama kemudian, Aurel pulang dari rumah Gabriel. Sesampainya di rumah ia menangis tersedu-sedu. Aurel bertanya-tanya mengapa Gabriel dengan mudahnya selingkuh dengan perempuan lain, padahal ia telah menjalani hubungan dengan Aurel selama hampir satu tahun. Dan kini, Aurel hanya meratapi dan menyesal telah mengenali Gabriel.
Untuk mengobati rasa sakit hati yang dirasakannya, ia mengajak teman-temannya berbelanja. Setelah rasa sakitnya sedikit terobati dengan berbelanja, Aurel pun pulang. Saat hendak sampai di rumahnya, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang pernah ia jumpai akan tetapi ia lupa pernah melihatnya dimana. Laki-laki tersebut meminta pin BBM dari Aurel. Tanpa berpikir lama lagi, Aurel langsung member pin nya kepada laki-laki itu. Aurel berharap mungkin saja laki-laki tersebut bisa mengobati sakit hainya akibat Gabriel dan mengisi hari-hari Aurel.
Sesampainya di rumah, Aurel berpikir mengapa dengan mudahnya ia memerikan pin BBm kepada laki-laki yang belum ia kenal sepenuhnya. Laki-laki yang tidak begitu tampan dengan kulit sawo matanya serta tingginya pun tidak terlalu semampai. Sejenak berhenti dari lamunannya, hape Aurel berbunyi. Ternyata ada undangan baru yang masuk ke BBM-nya. Ternyata undangan tersebut berasal dari laki-laki yang meminta pin Aurel tadi.
Tidak lama kemudian, laki-laki tersebut mengirim pesan kepada Aurel. Ternyata nama laki-laki itu adalah Amir. Sejenak Aurel pun bercakap-cakap dengan Amir melalui BBM.
***
            Tidak terasa Aurel telah memasuki masa putih abu-abu. Ia diterima di SMA favorit yang ada di kotanya. Tidak heran jika ia bisa diterima di SMA tersebut, karena dengan uang semuanya akan lancar. Selama dua hari Aurel telah mengikuti Masa Orientasi Siswa atau yang biasa disebut dengan MOS. Sejak menjalani MOS, Aurel merasa tidak nyaman dengan teman-temannya karena mereka terlalu cuek dan pergaulannya juga individu. Setelah Masa Orientasi selesai, saat yang ditunggu-tunggu adalah penentuan kelas masing-masing. Aurrel berharap ia tdak mendapat kelas yang sama dengan kelas semasa MOS. Setelah ia baca hasil pengumumannya, ternyata Aurel mendapat kelas yang sama seperti saat MOS. Aurel sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Dengan saat terpaksa, Aurel memasuki kelasnya tersebut. ia berpura-pura tersenyum dan menerima keadaan ini jika dilihat teman-temannya. Kegiatan belajar mengajar pada hari itu belum efektif. Aurel pun pulang lebih awal dari biasanya.
Sesampainya di rumah, Aurel mencurhatkan segala sesuatu yang terjadi pada hari itu kepada Amir.
“Hari ini aku kesel banget !!” (Ucap Aurel sedikit marah bercampur kesal).
“Memangnya ada apa dengan sekolahmu hari ini? Ceritakan saja, mungkin aku bisa membantu.” (Jawab Amir)
“Aku dapat kelas seperti kelasku saat MOS. Anak-anaknya cuek banget. Sumpah aku kesel sama hari ini !!”
“Sudah Aurel, kamu harus terima apapun itu karena sudah takdir. Sekarang yang terpenting kamu harus semangat dan raih cita-cita mu.” (Ujar Amir sambil memberikan semangat kepada Aurel).
“Hhmm… Iya iya deh. Terima kasih ya.” (Jawab Aurel).

Setelah mendapat semangat dari Amir, Aurel kembali bersemangat untuk bersekolah. Semakin lama, hubungan Aurel dengan Amir semakin dekat. Suatu saat, Aurel mengupload fotonya tanpa menggunakan hijab. Saat itu juga, Amir mengirim pesan kepada Aurel.
“Itu foto kamu ya?”  (Tanya Amir).
“Iya, kenapa Mir?”
“Tidak apa-apa sih. Kamu cantik tetapi lebih cantik lagi jika kamu memakai hijab.” (Jawab Amir).
“Tapi aku belum siap untuk memakai hijab Mir” ucap Aurel dengan nada rendah.
“Berhijab itu tidak perlu kesiapan karena berhibaj adalah perintah dari Allah SWT. Sama halnya dengan usia kita, kematian itu akan datang tanpa memandang orang tersebut telah sia[ atau belum.”  (Amir mencoba memberi penjelasan kepada Aurel)
“Hhmm…. Iya benar juga sih. Yasudah, mulai sekarang aku akan berhijab.”
Sip !! Gitu dong, aku senang kalau kamu mau mendengar nasihatku. Aku harap kamu bisa memakai hijab saat kamu keluar rumah.”
“Iya aku aku usahakan Amir. Terima kasih ya.”
“Iya sama-sama Aurel. Sekarang kamu mau kan?”
“Mau apa Amir?”
“Mau mengubah foto profil kamu, karena rambut itu aurat yang tidak boleh kamu tunjukkan kepada siapa pun selain muhrim kamu ukhtiy.” Jawab Amir.
“Uhtiy? Apa itu Ukhtiy?” (Tanya Aurel sedikit kebingungan).
“Ukhtiy itu saudara perempuan. Boleh kan kalau aku manggil kamu dengan sebutan ukhtiy?” Tanya Amir dengan berharap Aurel memperbolehkanny.
“Boleh kok. Tapi kalau saudara laki-laki apa?”
“Kalau saudara laki-laki itu akhiy.”

“Oh. Iya Amir sekarang aku mengerti.” (Jawab Aurel sambil menganggukkankepala). Setelah itu, Aurel langsung mengubah foto profilnya.
            Mulai saat itu, Aurel memakai hijab saat ke sekolah. Suatu hari Aurel sedang berbelanja bersama teman-temannya di suatu mall. Pada saat yang bersamaan, Amir juga berada di mall tersebut. Amir melihat Aurel tidak memakai hijab saat bersama teman-temannya. Amir sengaja untuk tidak menyapa Aurel agar ia tidak tahu bahwa Amir melihatnya di mall. Sesampainya di rumah, Amir mengirim pesan kepada Aurel.
“Assalamu’alaikum Wr. Wb.” (Ucap Amir diawal percakapannya).
 “Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Ada apa Amir” jawab Aurel.
“Tidak apa-apa. Aku tadi melihatmu di mall.”
“Benarkah? Mengapa kau tidak menyapaku tadi?”
“Aku memang sengaja tidak menyapamu agar kamu tidak tahu kalau aku juga ada di mall itu.”
“Yahh. Seandainya kamu menyapaku, aku akan mengajakmu untuk berbelanja dan akan aku traktir.”
“Tidak perlu Aurel. Lagi pula tidak baik jalan-jalan dengan perempuan yang bukan muhrimku. Ohya, aku tadi melihatmu tidak memakai hijab saat di mall. Kalau boleh tau, kenapa kamu tidak memakai hijab?’(Tanya Amir dengan sedikit penasaran).
“Aku sudah memakai hijab, tapi hanya ke sekolah saja. Hehe.” (Ucap Aurel).
“Kenapa cuma saat sekolah saja?”
“Berhijab itu panas Amir.” (Jawab Aurel dengan memberalasan kepada Amir).
“Iya aku tahu kalau berhijab itu gerah tapi itu hanya di awal saja. Jika kamu telah terbiasa memakai hijab, maka kamu tidak akan merasa gerah lagi.”
“Tapi aku tidak bisa kalau setiap saat keluar rumah harus menggunakan hijab.” (Menyeka pembicaraan Amir).
“Semua itu butuh proses, tidak bisa langsung sempurna. Sedikit demi sedikit. Aku mau Tanya, lebih panas mana api neraka dengan panasnya di dunia?” (Tanya Amir agar Aurel semakin mantap untuk memakai hijab).
“Ya lebih panas api neraka lah.”
“Nah itu kamu tahu. Maka dari itu tutuplahaurat kamu ukhtiy.”
“Iya akhiy, terima kasih.”
Sejak saat itulah Aurel selalu memakai hijab saat keluar rumah. Ketika kedua orang tuanya berada di rumah, mereka heran karena Aurel telah banyak berubah. Sekarang Aurel sudah jarang berhura-hura dan ia selalu memakai hijab saat keluar rumah.
Setelah Aurel telah terbiasa menggunakan hijab, Amir menyuruhnya untuk masuk ke salah satu padepokan, tetapi padepokan tersebut tetap memberi kebebasan untuk bersekolah.pada awalnya, Aurel tidak mau untuk masuk ke padepokan tersebut. tetapi setelah dipikir-pikir, di padepokan tersebut ia akan menerima banyak pengetahuan dan bisa menjadikannya wanita muslimah yang seutuhnya. Lalu Aurel pun masuk ke padepokan tersebut. semua khayalannya sebelum masuk ke padepokan tersebut benar-benar terjadi. Setelah 1 tahun ia belajar di padepokan itu, Aurel telah menjadi wanita muslimah dan berhasil menghafalkan sepuluh Juz.
Bulan Juni akan segera datang. Pada bulan Juni tersebut, Amir telah menyiapkan hal special untuk Aurel karena pada tanggal 16 Juni Aurel berulang tahun. Saat tanggal 16 Juni itu telah tiba, Amir bermain ke rumah Aurel. Lalu Amir memberi kado kepada Aurel di hari ulang tahunnya. Setelah dibuka, ternyata kado tersebut berisi sebuah kerudung indah berwarna biru. Warna biru merupakan warna kesukaan Aurel dan ternyata Amir juga menyukai warna biru, sama seperti Aurel. Aurel sangat senang mendapat kado kerudung tersebut. selain kerudung yang diberikan Amir sangat indah, kerudung tersebut juga membuat Aurel menjadi lebih muslimah.


***
Setelah hampir dua tahun Aurel bersekolah, ia telah mengenal sifat dari masing-masing temannya. Kebetulan saat Aurel kelas 2 SMA, ia mendapat kelas yang sama layaknya kelas 1 SMA. Saat itu ilmu yang Aurel peroleh dari padepokan juga sudah lumayan banyak. Ia ingin membagi illmunya kepada teman-temannya. Ia juga ingin mengajak dan menyelamatkan teman-temannya yang belum memakai hijab. Sama seperti saat ia diselamatkan oleh Amir. Akan tetapi, saat Aurel mencoba untuk membagi ilmunya kepada teman-temannya, mereka tidak merespon dan menggubris ajakan Aurel. Mereka tetap membuka auratnya di depan umum.
Setelah semua usahanya tidak pernah direspon oleh teman-temannya, Aurel merasa sangat kecewa dan sakit hati. hampir saja putus asa. Lalu ia mencurahkan seluruh benak pikirannya kepada Amir.
“Aku sudah mencoba untuk mengajak teman-temanku berhijab, tetapi mereka tidak pernah menghiraukan ajakanku.” (Ucap Aurel dengan kekecewaan yang ada di hatinya).
“Walaupun kamu tidak dihiraukan oleh teman-temanmu, tetaplah berdakwah dan sampikan ilmu yang telah kamu dapat kepada teman-temanmu agar mereka selamat dan ilmu yang kamu dapatkan juga bermanfaat.” (Jawab Amir sambil member semangat kepada Aurel).
Lalu Aurel berkata dengan mata yang berkaca-kaca dan hampir meneteskan air mata “Aku juga memiliki batas kesabaran Mir. Aku sudah berusaha untuk menyampaikannya kepada teman-teman tetapi mereka tidak pernah meresponnya dan tidak menghargai usahaku. Aku menyerah saja Mir karena ini sudah keterlaluan Mir.”  
“Kamu jangan langsung putus asa Aurel. Teruslah menyebarkan ilmu yang kamu punya selama itu masih di jalan Allah walaupun teman-temanmu selalu menyalahkanmu. Suatu saat nanti mereka akan sadar dan meraka akan membutuhkanmu. Percayalah ukhtiy.” (Amir mencoba untuk menyemangati Aurel agar ia tidak putus asa).
“Tapi aku capek Mir kalau selalu digitukan. Aku merasa semua usahaku selama ni sia-sia.” (Jawab Aurel lemas).
“Huusshh.. Kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Tetaplah bersabar karena Allah selalu bersama dengan orang-orang yang sabar dan Allah selalu membantu hamba-Nya jika mereka tetap berusaha dan berdo’a.”
“Astaghfirullah.. Iya Amir, sekarang aku sadar bahwa semuanya itu butuh proses dan tidak bisa langsung diterima. Terima kasih Amir, kamu telah membuatku semangat lagi untuk berbagi ilmu kepada orang-orang di sekitarku.”
“Yasudah sekarang kamu senyum dan hadapi semuanya dengan bismillah.”
“Baik Mir.” (jawab Aurel). Kini semangatnya sudah mulai tumbuh kembali.
            Aurel mencoba untuk tetap menyampaikan ilmu yang ia punya kepada teman-temannya. Setelah kurang lebih satu bulan, satu per satu teman-temannya mulai menerima Aurel dan mau untuk diajak berhijab. Tidak lama kemudian, seluruh teman sekelasnya berhijab dan todak lagi mengumbar-ngumbar auratnya kepada orang yang bukan muhrimnya. Aurel merasa sangat bahagia karena seluruh usahanya berbuah manis dan perkataan Amir telah menjadi nyata bahwa Allah selalu bersama Hamba-Nya yang bersabar dan selalu berusaha.Bahkan hasil yang Aurel peroleh lebih dari yang Aurel bayangkan. Sekarang seluruh teman-teman Aurel telah diselamatkan dan ia juga mempunyai kelompok hijab. Kelompok tersebut tidak hanya membahas tentang hijab tetapi juga sering mengkaji ilmu tentang kewanitaan. Tidak lupa Aurel menceritakan hal yang membahagiakan tersebut kepada Amir. Amir juga sangat senang dan bersyukur karena seluruh usaha Aurel akhirnya dapat ia rasakan.
by:  fariha apriliya

Senin, 19 Januari 2015

Hakikat Cinta Suci Fariha

CINTA ADALAH FARIHA
Mendung setengah gerimis, hujanpun tidak. Bintangpun tak bersinar. Kemana hiasan-hiasan  malam ini, rembulanpun ntah kemana.aku terpojokkan di teras masjid dan aku membaca ayat suci al-qur’an. Hati pun menjadi tenang, bahagia. Bahagia biarpun tanpa bintang, tanpa bulan. Tapi, aku tetap bahagia karena aku semakin dekat kepada sang maha pencipta.
Hujanpun mulai deras, aku langung memberhentikan bacaan ayat suci al-qur’an yang aku baca biasaNya dengan memakai murrotal “misyary ar-rasyid”, aku langsung memasuki masjid dengan cepat supaya hujan tidak membahasahi al-qur’an. hujanNya memang deras sekali, angin yang bertiup menghembuskan bunyi yang sampai kedengaran ke telinga ini Badan tergigil merasakan angina yang bercampuran hujan. Membuat aku sungguh dalam kedinginan.
Teringat kata fariha, yang aku dengar dari nama anak cewek yang sholehah. Dia memang sholehah, aku jadi penasaran, dia sholehah apa karena namaNya yang diberikan oleh orang tuaNya ketika dia lahir. “Kan kata ustadz-ustadz nama adalah doa” hehe. Jadi sok tahu aku ini.
Fariha berasal dari kata “faraha“ “yafrahu” “farhan” lebih tepatNya fariha adalah isim masdar yang berasal dari kata faraha yang artinya adalah kebahagiaan. Kini aku tahu makna dari nama seorang perempuan itu adalah Fariha Apriliya yang mungkin dimaksud adalah “kebahagiaan di bulan april”. Sungguh nama yang bagus dan itu doa yang orang tuaNya juga berharapa dari anak ini bisa mebahagiakan orang tuaNya disisi lain untuk orang lain. Aku tidak tahu kenapa aku mengingat nama itu dan mencari arti dari nama seorang perempuan itu. Apa aku sedang jatuh cinta kepadaNya?? Subahanallah.. aku sangat ingin bersamaNya karena aku kagum dari kediamaNya, kesholehanNya, dan terakhir tidak akan lupa yaitu kecantikanNya. Semoga anak itu beristiqomah di jalanmu ya Allah.
Hati tak menentu, rasapun ingin demikian. Apa yang terjadi pada diriku. Aku tidak legah jika aku memendam rasa ini dengan dalam-dalam sedangkan dia tidak tahu kalau aku mulai merasakan jatuh cinta padaNya. Aku ingin mengungkapkanNya supaya semua terasa legah tidak ada beban. Paling tidak dia tahu laah kalau aku suka padaNya. Urusan diterima apa ditolak, Allah yang mengatur semuaNya. Bismillah.. J
Hari ini adalah hari bersejarah. Aku tak akan lupa saat aku mengungkapkanNya. Biarpun hari dan tanggalNya lupa. Tapi aku tidak akan lupa denagn kisah ini. Dan tidak mungkin aku engingat hari ini, kayak hariapa saja. Sedangkan islam tidak boleh mengulangNya. Dalam artian massak hari jadian koq pakai ulang tahun segala. “konyol banget” apa dasarNya coba? Hehe J sok jadi ustadz aku “maaf”. aku mengungkapkanNya lewat handphone karena aku belum biasa ketemu berduaan bersama anak perempuan, apalagi mengungkapkan cinta, teru berduaan. Aku tidak ingin itu trjadi, karena aku takut bermaksiat. Apalagi, perempuan itu sholehah. Aku tidak ingin menodaiNya, aku sungguh ingin memilikiNya, menjagaNya dan membahagiakanNya.
Satu, dua, tiga, menunggu balasan SMS dengan kondisi yang tidak sabar ingin menerima balasan pesan itu, dan hatiini bercampur baur ngn keadaan tidak tenang. Kring..! kring…! Handphone berbunyi, ada balasan dari Liya. Itu “nama panggilannya” yang isiNya “beneran mas suka sama adik?? Padahal adik cumand gini-gini saja mas. Apa yang mas suka dari adik? Mas,, adik kaget kalau massuka sama adik. Adik sebenarNya juga suka sama mas. Tapi adik malu mas yang mau bilang sama mas”. Alhamdulillah dengan keadaan senang yang penuh rasa syukur. Alhamdulillah semuaNya sudah terungkapkan dan dia meresponNya dengan baik. Aku sunggu kagum kepadaNya. Semoga aku tidak mengecewakanNya. Amiin..
Dalam perjalanan Cinta kita penuh hati-hati dan penuh kesepakatan untuk menjaga hubunganini dengan baik. Kita juga harus menjaga Allah sang maha kuasa. Kita tidak boleh bermaksiat. Aku pun berada di lamongan, sedangkan dia ada di Madura yang tepatnya lagi di bangkalan. Akan tetapi, jarak tidak menghalangi kita. Kita yakin, bila kita mncintai karena Allah kita akan sabar ingin salin bertemu, ingin bergurau, bercanda tawa bersama. Kita harus sabar, semua ada waktuNya. Tenang saja.. J
Pertemuan bagi kita adalah nikmat, karena kita bersabar untuk bertemu saja. Karena memang keadaan ku yang sedang thalabul ‘ilmi terlalu jauh. Tapi, semua itu adalah perintah. “tuntutlah ilmu sampai ke negri cina” artiNya kita memang dituntut untuk mencari ilmu yang banyak dan tidak ditempat itu saja yakni tempat kelahiranku Bangkalan. Nasihatpun adalah nikmat karena kita saling menguatkan dan mengingatkan bila salah satu dari kita salah. Supaya hubungan kita terjaga dengan baik. Tidak menjumpaipn setiap hari adalah nikmat, karena kita takut dipengaruhioleh rasa bosandiantara kami. Kesabaran adalah nikmat bagia kita dalam hal apapun. Kita bisa menjaga diri kita dengan baik, dan kita bisa menjaga Allah dengan baik. Semoga Allah melindungikita dengan baik.
Tidak ada alasan bercinta dengan maksiat, karena tidak ketemuan, keromantisan, atau pegang-pegangan, bahkan seringNya berduaan akan membuat putus cinta. Ohh tidak..! karena cinta adalah kebahagiaan. Menjaga, dan tidak menyentuhNya dan menasehatiNya adalah kebahagiaan. Semua itu akan terjaga dengan baik. Bersentuh-sentuhan, pegang-pegangan bahkan kita merasakan itu nanti ada waktuNya sendiri. Dan yang terpenting adalah kita bisa menjaga Allah dengan baik.  Dan kita akan selamat. Cinta abadi.. amiin.. J


By: majidsatriamuda.blogspot.com

Kamis, 15 Januari 2015

Tafsiran Rahmatan Lil Alamiin


Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia. Pernyataan bahwa Islam adalah agamanya yang rahmatan lil ‘alamin sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah swt:
(١٠٧وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ ﴿

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.(QS.Al-Alnbiyah:  107
Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap makhluk Allah, lihat saja sabda Rasulullah sebagaimana yang terdapat dalam Hadis riwayat al-Imam al-Hakim,
الرَّحْمة: الرِّقَّةُ والتَّعَطُّفُ
“Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung, atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban kepadanya”.
Sungguh begitu indahnya Islam itu bukan !. Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang, apalagi dengan manusia.
Bayangkan jika manusia memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan damainya dunia ini. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia. rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba. Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang.
(HR. Al Bukhari dalam Al ‘Ilal Al Kabir 369, 
(Lihat Ibnul Mandzur)(Lihat Lisaanul Arab
.
Penafsiran Para Ahli Tafsir
1. Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir Ath Thabari:
“Para ahli tafsir berpendapat tentang makna ayat ini, tentang apakah seluruh manusia yang dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia baik mu’min dan kafir? Ataukah hanya manusia mu’min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat, yang dimaksud adalah seluruh manusia baik mu’min maupun kafir. Mereka mendasarinya dengan riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhudalam menafsirkan ayat ini:
من آمن بالله واليوم الآخر كتب له الرحمة في الدنيا والآخرة , ومن لم يؤمن بالله ورسوله عوفي مما أصاب الأمم من الخسف والقذف
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, ditetapkan baginya rahmat di dunia dan akhirat. Namun siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu, seperti mereka semua di tenggelamkan atau di terpa gelombang besar”
dalam riwayat yang lain:
تمت الرحمة لمن آمن به في الدنيا والآخرة , ومن لم يؤمن به عوفي مما أصاب الأمم قبل
“Rahmat yang sempurna di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. Sedangkan bagi orang-orang yang enggan beriman, bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu”
Pendapat ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang beriman saja. Mereka membawakan riwayat dari Ibnu Zaid dalam menafsirkan ayat ini:
فهو لهؤلاء فتنة ولهؤلاء رحمة , وقد جاء الأمر مجملا رحمة للعالمين . والعالمون هاهنا : من آمن به وصدقه وأطاعه
“Dengan diutusnya Rasulullah, ada manusia yang mendapat bencana, ada yang mendapat rahmah, walaupun bentuk penyebutan dalam ayat ini sifatnya umum, yaitu sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Seluruh manusia yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah, membenarkannya dan menaatinya”
Pendapat yang benar dari dua pendapat ini adalah pendapat yang pertama, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas. Yaitu Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, baik mu’min maupun kafir. Rahmat bagi orang mu’min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. BeliauShallallahu ‘alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah” (diterjemahkan secara ringkas).
2. Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi dalam Tafsir Al Qurthubi
“Said bin Jubair berkata: dari Ibnu Abbas, beliau berkata:
كان محمد صلى الله عليه وسلم رحمة لجميع الناس فمن آمن به وصدق به سعد , ومن لم يؤمن به سلم مما لحق الأمم من الخسف والغرق
“Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air”
Ibnu Zaid berkata:
أراد بالعالمين المؤمنين خاص
“Yang dimaksud ‘seluruh manusia’ dalam ayat ini adalah hanya orang-orang yang beriman” ”
3. Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafasir
“Maksud ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk’. Sebagaimana dalam sebuah hadits:
إنما أنا رحمة مهداة
“Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah)”
Orang yang menerima rahmat ini dan bersyukur atas nikmat ini, ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Allah Ta’ala tidak mengatakan ‘rahmatan lilmu’minin‘, namun mengatakan ‘rahmatan lil ‘alamin‘ karena Allah Ta’ala ingin memberikan rahmat bagi seluruh makhluknya dengan diutusnya pemimpin para Nabi, Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Beliau diutus dengan membawa kebahagiaan yang besar. Beliau juga menyelamatkan manusia dari kesengsaraan yang besar. Beliau menjadi sebab tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan akhirat. Beliau memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. Beliau memberikan hidayah kepada menusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan. Inilah yang dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia.
Bahkan orang-orang kafir mendapat manfaat dari rahmat ini, yaitu ditundanya hukuman bagi mereka. Selain itu mereka pun tidak lagi ditimpa azab berupa diubah menjadi binatang, atau dibenamkan ke bumi, atau ditenggelamkan dengan air.
Sebagaimana yang telah disebutkan diatas bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin adalah agama yang memberikan rahmat bagi seluruh alam.
Dengan diturunkannya QS. Al-Anfal :33,
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴿٣٣﴾
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”.
Ayat tersebut menjelaskan bahwasanya Allah tidak akan memberikan azab di dunia bagi umat nabi Muhammad, melainkan ditunggu hingga datangnya hari kiamat. Dan hal tersebut merupakan bentuk rahmat di dunia bagi umat nabi Muhammad. Berbeda halnya dengan umat-umat Nabi terdahulu, bila ada yang kafir atau maksiat, maka atas perintah Allah langsung diturunkan azab. Seperti hujan batu, banjir, atau angin topan dana lain-lain.
Jadi telah jelaslah dari pembahasan diatas bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin dan tidak ada pembedaan antara muslim dan non muslim atas rahmat dunia. Karena rahmat dalam konteks rahman adalah bersifat ammah kulla syai’ meliputi segala hal, sehingga orang-orang non-muslim pun mendapatkan ke-rahman-an di dunia. Islam merupakan agama yang pluralis, karena Islam mengakui keberadaan semua bangsa, mengakui seluruh lapisan masyarakat, dan Islam juga mengakui semua agama. Dengan adanya kesadaran untuk menghargai pluralisme merupakan bukti bahwa Islam membawa rahmat bagi seluruh alam.


Wibiya Widget