burung twitter

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiO0CbMX1ckEyrD5-nNVVikMJUj8PqTvla07VrKn6vgqXApnSbP2Nynmp6k21AWW5pDNiov1VpuxqNUobEehJg96HnVkfaJdkHdDB5oJsEU_JCj4yyxqTZZs9EXL782rT9fSg8-08LfB6o/s1600/Blue+bird.png

Minggu, 14 Juni 2020

Pengertian Sanad dan Matan Hadits



Dosen Pengampu : Prof. Dr. Hj. Marhumah, M. Ag.

Mata Kuliah : Studi Hadits dalam Perspektif Pendidikan Islam

 

Nama : Amir Bandar Abdul Majid

Mahasiswa Magister
Pendidikan Agama Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga 
Yogyakarta
2020

PENGERTIAN SANAD DAN MATAN HADITS






A.     Sanad

 

Unsur pertama dalam hadits adalah sanad. Secara lugawiyah (etimologi), sanad berasal dari bahasa Arab. Bentuk jamaknya asnad atau sanadat, yang mempunyai beberapa arti, yaitu Al-mu'tamad, artinya yang menjadi sandaran atau tempat bersandar. Sesuatu yang dapat dipegangi atau dipercaya; kaki bukit atau kaki gunung, Thariq (Jalan).

Secara istilah, sanad didefinisikan sebagai silsilah orang-orang yang menghubungkan kepada matan hadits. Yang dimaksud silsilah orang-orang ialah rangkaian atau susunan orang-orang yang menyampaikan materi hadits, sejak yang disebut pertama sampai kepada Nabi Muhammad saw. Sebutan sanad hanya berlaku pada serangkaian orang-orang, bukan dilihat dari sudut pribadi secara perorangan atau individu.

PERBEDAAN

- Sanad adalah jalur periwayatan hadis yang meliputi nama-nama perawi mulai dari bawah hingga sampai sumber hadis yakni Rasulullah SAW, sahabat atau tabiin.

- Isnad adalah menceritakan hikayat perawi hadis. Beberapa pakar hadis menyamakan istilah isnad dengan sanad.

- Musnid adalah perawi hadis yang meriwayatkan dengan menyebutkan sanad hingga sumber hadis. Meskipun ia benar-benar mengetahui isi hadis ataupun hanya sekedar meriwayatkan.

- Musnad memiliki dua arti. Pertama hadis yang bersambung sanad-nya dari perawi hingga Nabi Muhammad saw, ini menurut mayoritas pakar hadis. Kedua musnad juga diartikan sebagai kumpulan hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi baik dari kalangan sahabat atau tingkatan di bawahnya seperti Musnad Ibnu Abbas, kitab Musnad Ahmad bin Hanbal

   

B.      Matan

Unsur hadits yang kedua adalah matan. Dari segi bahasa, matan mempunyai beberapa arti yaitu: Punggung jalan (muka jalan), tanah yang keras dan tinggi; Membelah, mengeluarkan; Mengikat, seperti mengikat busur dengan tali; Jauh, sangat jauh.

Menurut istilah, kata matan berarti berita yang berupa perkataan, perbuatan, atau taqrir Nabi Muhammad saw, yang terletak setelah sanad. Menurut istilah ilmu hadits, matan didefinisikan sebagai perkataan yang disebut diakhir sanad, yakni sabda Nabi Muhammad saw yang disebut sesudah disebutkan sanadnya. Sementara menurut ath-Thibi pengertian matan hadits adalah lafal-lafal hadits yang didalamnya mengandung makna-makna tertentu.

Dari beberapa penegrtian di atas, dapat disimpulkan bahwa matan adalah sabda Nabi Muhammad saw, Isi/kandungan hadits, atau lafal hadits itu sendiri yang terletak setelah sanad dan sebelum rawi atau madawwin.



Rabu, 09 Desember 2015

Deklarasi Islam Tentang HAM



DEKLARASI ISLAM TENTANG HAM[1]
Deklarasi islam tentang HAM ini, merupakan upaya konseptual-kritis terhadap berbagai ikhtiar yang selama ini dikehendaki, baik oleh lembaga-lembaga internasional maupun oleh bangsa kita. Sebab, sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya muslim, HAM islam pasti sudah liat dengan keseharian, hanya saja secara formal dan menurut sistematika modern, perlu dijabarkan lebih rinci. Bagi seorang muslim tidak ada pilihan lagi, kecuali mengacu kepada HAM islam dalam menyelesaikan persoalan persoalan yang menyangkut pekanggaran HAM.
Selanjutnya DR. Abdul Kariem Ustman, yang menitikberatkan pada “perspektif islam tentang kebebasan, persamaan dan keadilan”. Mencoba membedah dimensi kebebasan manusia serta persamaannya yang lebih banyak ditampilkan oleh sahabat Rasul SAW, Umar Bin Khatab. Disusul dengan rincian kebebasan dalam kehidupan keseharian kita.
Kajian mengenai keadilan, secara definitif  maupun peraktek juga dibahas oleh DR. Ustman. “Adil” yang selama ini diartikan secara relatif, direduksi oleh konsep keadilan islam, yang justru punya dimensi Mutlak dan Univesal yang mengetengahkan bagaimana kebebasan itu dalam konsep islam, termasuk didalamya kebebasan berbicara, berpendapat berpikir, berserikat, beragama dan kebebasan mencintai sesama.
Sementara pembahasan tantang penanggulangan multi rasial, dan etnis secara jernih diungkap oleh Prof. Mohammad Al-Mubarak. Dimensi-diensi etnikal, ras maupun kelompok secara riil diakui oleh adanya islam. Tetapi sebaga ideologi rasis yang bersifat primordial,maka secara fundamental islam menentangnya. Terutama seperti kelompok-kelompok yang melembagakan dirinya secara poilitik dan intelektual yang membawa kepentingan pribadinya untuk memproleh kekuasaan karena mereka teracuan kepada HAM.
Jika kepentingan pribadi atau kelompok independen menjadi ukuran mekanisme dalam hubungan kemanusiaan, tentu tak bisa dihindari, tampilnya unsur kepentingan menurut ukuran masing-masing yang lebih menguntungkan pihak terkuat. Gilirannya bisa diuga akan terjadi perebutan “tumpeng kepentingan” itu sendiri didasarkan pada hak dan kewajiban manusia secara fundamental dan adil.
Kepentingan memang tak bisa dihindari dari pergulatan manusia. Namun, ukuran kepentingan kepentingan seringkali dikaburkan oleh slogan-slogan semu, hanya untuk menguatkan moralitas. Oleh sebab  itu “kepentingan” harus meneracakan dirinya dengan keadilan dan nurani kemanusiaan. Sementara keadila itu sendiri, akan mutlak apabila kembali kepada HAM, kemerdekaan, persamaan, dan kebebasan yang punya dasar universal. Neraca inilah yang mampu membendung desakan-desakan ideologis, politik dan ekonomi yang sering memanipulasi lembaga-lembaga peradilan dan kesamaan hak dihadapan hukum.




PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP HAM
Jika setiap orang dalam suatu ruangan diperbolehkan untuk berbicara pada saat tidak ada seorangpun yang dapat mendengarkan seseorang yang lain, maka keadaan yang demikian ini dapat mengubah tujuan kebebasan bebicara (freedom of speech) menjadi terkalahkan. Apa yang benar dari sekelompok orang dalam suatu ruangan itu sama benarnya dengan masyarakat secara keseluruhan. Area kebebasan itu tidak boleh tidak terbatasi, karena jika tidak terbatasi, maka ia kan memerlukan sesuatu keadaan ydimana seluruh manusia dapat mencampuri tanpa ada batas terhadap urusan orang lain. Dan macam kebebasan ini akan menghasilkan kekacaubalauan sosial yang mengakibatkan kebutuhan-kebutuhan hidup minimum manusia akan dapat ditekan oleh yang kuat.[2]
HAM dalam pandangan islam berkelindan dengan hak Allah yang telah dianugerahkan kepada manusia secara absoulut. Hak Allah yang melimpah, kemudian diemban manuisia, tertuan dalam ketentuan hukum dan syariat yang justru memberi penghormatan besar kepada manusiaan. Karena pada dasarnya manusia tidak mampu menghukumi dirinya sebdiri. Manusia bukan seperti lontaran pandangan individualisme yang menghukumi perilaku manusia oeh dan untuk diriya sendiri.[3]
Menurut syariat manusia adalah makhluk bebas yang punya tugas dan tanggung jawab. Karena ia punya hak dan kebebesan. Dasarnya adalah keadilan yang ditegakkan atas dasar persamaan atau egaliter tanpa pandang bulu, artinya tugas yang diemban tidak akan terwujud tanpa adanya kebebasan. Kebebasan secara eksitensial tidak akan ada tanpa tanggung jawab itu sendiri. Karena itu, HAM dalam islam bukanlah produk historik yang muncul dari pemikiran ideologis, namun islam punya dimensi teologis dan dipertanggung jawabkan dihadapan ilahi di hari kemudian.[4]
Oleh sebab itu, dalam islam HAM bukanlah produk ideologi ataupun akibat perkembangan politik, namun merupakan hak asasi yang tertuang secara transenden untuk kepentingan manusia, lewat syariat yang diturunkan melalui wahyu.[5] Lebih tepatnya itu adalah amal shaleh yang memang sudah dianjurkan dalam islam dan bisa dipertanggung jwabkan kepada ilahi.
Semangat dan hikmah yang ilahi dalam HAM ini semata untuk mengangkat harkat kemanusiaan, sebagai makhluk yang berharkat luhur ( ahsana taqwiim), namun tidak juga dihindarkan manakala hakikat itu ternodai oleh perilakunya sendiri yang akhirnya terkubang dalam lumpr ketika mereka tidak menghormati hak-hak dan kewajibannya yang telah diberikan Allah Swt maka sama saja mereka kembali ke (ahsana safiliin).[6]



[1] Hakiem, M. Luqman, Ed. Deklarasi Islam Tentang HAM.  Risalah Gusti. Surabaya. 1993. Halaman 2.
[2] Isaiah Berlin, Two Concept of liberty, from modern political thought, F-bestein, Oxford, Hal 177.
[3] Hakiem, M. Luqman, Ed. Deklarasi Islam Tentang HAM.  Risalah Gusti. Surabaya. 1993. Hal 12.
[4] Ibid hal 12.
[5] Ibid hal 12.
[6] Ibid hal 12.

Rabu, 18 November 2015

rumus rasa cinta tumbuh pada seseorang

Saya yakin diantara agan dan aganwati gen22 lovers pasti sudah banyak yang merasakan jatuh cinta. Tapi saya juga yakin dari sekian banyak yang pernah merasakan jatuh cinta hanya sedikit yang mengerti bagaimana prosesnya. Bagaimana seseorang bisa saling jatuh cinta? Kenapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Kenapa ada yang lebih nyaman menjadi kakak-adik dibanding sebagai kekasih? Kenapa ada yang lebih memilih menjalin persahabatan saja? Kenapa jatuh cinta bisa menjadi antilogika?


Oke, untuk sedikit lebih mengerti tentang semua itu, profesor Gen akan memberikan sebuah rumus yang disebut Rumus Jatuh Cinta.

Jatuh Cinta = Ketertarikan + Rasa Nyaman + Keterikatan Batin
Ketertarikan + Rasa Nyaman + Keterikatan Batin = Jatuh Cinta

Dan sebelum saya menjelaskan lebih lanjut satu persatu mengenai kompnen yang bisa membuat seseorang jatuh Cinta, saya merekomendasikan sobat semua untuk membaca sebuah buku karya Dr Hellen Fisher yang berjudul Why We Love: The Nature and Chemistry of Romantic Love. Silahkan cari sendiri bukunya.

Kenapa jatuh cinta adalah antilogika? Silahkan lihat kembali unsur-unsur dalam rumus jatuh cinta diatas (Ketertarikan, Rasa Nyaman dan Keterikatan Batin). Itu semua adalah perasaan, emosi, atau naluri. Jadi kalau sobat melihat seorang wanita cantik berjalan begitu mesra dengan seorang pria yang jelek, pendek, tidak kaya :D kemudian sobat bertanya, "Kenapa sih kamu bisa jatuh cinta sama dia?" Si Cewe tidak akan bisa menjelaskannya secara logis, paling banter dia cuma bisa menjawab "Ga tau yah, gue udah nyaman sih sama dia".

Kemudian ada lagi seorang wanita yang berkali-kali disakiti oleh seorang pria, cowoknya cuek, ngga perhatian, dan pernah selingkuh, dia tetap saja mengharapkan orang itu. Ketika ditanya dia cuma bisa menjawab "Gue udah sayang banget sama dia". Logis ga sih disakiti, dikhianati, dicuekin, tapi masih bilang sayang? Jelas tidak logis, karena cinta memang antilogika. Dan Agnes Monica pernah benar-benar menyanyikannya :D

Sekarang kita bahas satu-persatu mengenai komponen Jatuh Cinta.

1. Ketertarikan

Apa itu definisi tertarik kepada seseorang? Tertarik adalah perasaan ingin terlibat dalam kehidupan seseorang. Jadi kalau ada seseorang yang ingin terlibat dalam kehidupan kamu, itu artinya dia tertarik sama kamu.

Contoh seseorang tertarik adalah dia ingin melakukan aktifitas bersama kamu. Dia menanyakan kegiatan-kegiatan kamu, kamu  lagi ngapain, dsb.

Kenapa dia bisa tertarik, mungkin karena kamu sering menarik gerobak, atau kamu kamu udah iket dia dengan tambang kemudian menyeretnya, wkkwkk.. bukan bukan seperti itu. Kenapa seseorang bisa tertarik dan bagaimana cara membuat seseorang tertarik akan saya bahas di artikel berikutnya.

2. Rasa Nyaman

Komponen jatuh cinta yang kedua adalah Perasaan Nyaman bersama seseorang. Apa itu nyaman? Nyaman adalah tumbuhnya perasaan percaya kepada seseorang. Kalau percaya kepada seseorang kamu akan merasa nyaman bersama dia, sebaliknya kalau kamu bersama orang yang tidak kamu percaya kamu akan merasa tidak nyaman, risih, curiga, takut diapa-apain dsb...

Contoh seseorang sudah merasa nyaman dengan kamu, dia akan menceritakan rahasia-rahasianya, curhat, dsb. Jadi kalau ada seseorang yang curhat sampai buka-bukaan (bukan buka baju lho, ya... singkirkan pikiran jorokmu itu!!!) buka rahasia bahkan yang sebenarnya bikin dia malu, itu artinya dia sudah merasa nyaman dan percaya sama kamu. Dan itu merupakan salah satu komponen jatuh cinta. ^_^

Bagaimana cara membuat seseorang merasa nyaman dan percaya sama kamu? Akan saya bahas di artikel selanjutnya.

3. Keterikatan Batin atau Hubungan Batin

Keterikatan batin adalah perasaan peduli, sayang, care kepada seseorang. Dia akan sering bertanya, apakah kamu udah makan? kamu baik-baik aja, kan? yang intinya dia ingin memastikan bahwa kamu dalam keadaan baik. Kenapa? Karena dia peduli, dia sayang, dia sudah merasa ada keterikatan batin dengan kamu. Dia akan merasa sakit ketika kamu sakit, dia akan merasa sedih ketika kamu sedih.

Oke, jadi catat bahwa rumus jatuh cinta adalah Tertarik + Nyaman + Batin. Makanya, kalau ada cewe cantik, wanita seksi berjalan mesra dengan seorang cowo jelek, pria pendek yang tidak kaya, jangan buru buru-nge-judge dengan bilang, si cewe buta lah, si cowo main dukun lah, dan pikiran negatif lainnya. Sekali lagi guys, Cinta itu Antilogika.

Meskipun seorang wanita berkata, saya ingin pria yang putih, yang kaya, wajahnya cute mirip si Gen, dasb, dst, kalau dia nalurinya sudah merasa tertarik, nyaman, dan merasakan hubungan batin kepada seorang pria yang pendek, tidak kaya, berkulit hitam, dia tidak akan berkutik selain Cinta kepada pria tersebut.

Lalu ketika si wanita berusaha meningkari bahwa dia mencinta pria tersebut dengan logikanya: ih, dia kan item, ih, dia kan ga kaya, ih, dia kan ngga cute kayak si Gen dan berusaha mengikuti logikanya untuk tidak mencinta pria tersebut, maka si wanita hanya akan mendapatkan satu hal: Menderita batin. Catat, naluri susah dilawan.


Lalu bagaimana membuat seseorang tertarik kepada kita? Bagaimana membuat seseorang merasa nyaman dengan kita? Bagaimana membuat seseorang merasakan hubungan batin kepada kita? Hehe, santai dulu akan saya bahas di artikel selanjutnya.

pendidikan anak usia dini dalam kajia neurosains

         Potensi otak kiri
Menurut pembagian otak, otak terdiri dari dua belahan yaitu kanan dan kiri. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri merupakan salah satu kelebihan manusia dibandingkan hewan. Namun otak kiri yang terlalu mendominasi cenderung menjadikan manusia jauh dari ke-manusia-annya. Otak kiri berhubungan dengan potensi kemampuan kebahasaan (verbal), konstruksi objek (teknik dan mekanis), temporal, logis, analitis, rasional dan konsep kegiatan yang terstruktur. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient),
Pemetaan potesi kemampuan yang dimiliki oleh bagian otak tersebut dapat dilihat di bawah ini:
Otak Kiri atas (Analytic thinking)      :
a.       Logis
b.      Analisis
c.       Factual
d.      Pengukuran
Otak Kiri Bawah(Implemen tation thinking) :
a.       Organisasi
b.      Sekuensial
c.       Planning
d.      Rinci
Bagian kiri atas otak menurut Ned Herman dalam buku melejitkan multiple intelligence anak sejak dini:22, memiliki kemampuan analitic thinking. Kemampuan ini berperan dalam memahami suatu objek yang dapat di analisa. Kondisi-kondisi yang saling berhubungan menghasilkan suatu kesimpulan, cara berpikir logis merupakan kemampuan yang dimiliki otak bagian ini. Keruangan dan konsep-konsep pengukuran adalah bagian kehidupan rill yang dapat dicerna secara potensial oleh bagian otak ini juga.
Otak kiri berfungsi dalam hal pembedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa, da matematika.
Kemampuan penggunaan tata bahasa yang benar adalah fungsi belahan otak kiri, bahasa verbal adalah bahasa yang digunakan sehari-hari dan berpusat dibelahan otak kiri, belahan ini dinamaka belahan dominan dan kemampuannya untuk memantau fungsi berbicara atau bertutur (bahasa ekspresif), pemahaman bahasa (bahasa preseptif), menulis dan membaca.
Bahasa ekpresif berpusat dibagian depan (disebut area broca) dan bahasa presptif dibelakang (areawernicke). Sehingga gangguan berbahasa dapat berwujud sebagai kesulitan berbicara atau bertutur kata kalau kelainannya atau hambatan perkembangannya terjadi pada belahan kiri bagian depan (gangguan bahasa ekspresif).
Sebaliknya gangguan kelainan pada bagian belakang akan menimbulkan gangguan bahasa preseptif. Jadi, gangguan berbahasa (disfasia) perlu dirinci apakah gangguannya berupa kesukaran bertutur ataukah kesukaran memhami bahasa.
Bagian belahan otak kiri yang memantau kemampuan menulis dan membaca  teretak di belakang area wernicke yang dinamakan garis anguralis.
 Model permainan dengan bangun ruang yang merangsang dan melatih belahan otak kiri
a.       Model permaian I
1.      Siapkan atau buatlah benda dengan bentuk yang berbeda-beda secara sederhana misalnya kubus, limas, balok, dan bola dalam jumlah yang cukup dan warna yang sama.
2.      Berikanlah benda-benda tersebut secara terpisah-pisah misalnya tiga jenis aka ruang kubus, limas segitiga, dan bola.
3.      Kemudian kelompokkan sesuai dengan bentuk bendanya dan biarkan si kecl bermain-main dan berinteraksi dengan benda-benda tersebut.
4.      Dalam permainannya si kecil akan mengamati dan membedakan bentuk satu dengan yang lainnya dan biasanya akan mencampur aduk benda-benda.
5.      Biarkanlah benda-benda tersebut bercampur aduk dan berceceran. Setelah beberapa saat permainan, kita kelompokkan kembali benda-benda tersebut sesuai bentuknya dan kita berikan lagi padanya.
6.      Jika kita memiliki banyak waktu dan ia belum bosan bermain, maka lakukan permainan ini secara berulang-ulang.
Permainan ini merupakan pelatihan pengelompokan atau klasifikasi yang merupakan salah satu ilmu dasar dari pengetahuan. Yang dikatakan pada proses permainan di atas adalah kerja otak visual dalam mengamati bentuk objek. Selama ini si kecil berinteraksi, akan terjadi rangsangan berfikir pada otak dan di lanjutkan dengan respon yang diberikan otak untuk bemberikan perilaku padanya. Kerja otak visual dalam aktivitas berfikir yang terarah ini akan membantu pertumbuhan otannya sehingga pertumbuhan otak di daerah yang mengendalikan organ visual akan maksimal. Dengan demikian akan mencegah terjadinya disfungsi atau  tidak berfungsinya organ otak pada bagian ini.
b.      Model permainan II
1.      Berikanlah benda-benda dengan bentuk yang sama dalam pola warna yang berbeda pada anak, misalnya kubus dengan warna merah, hijau, dan biru.
2.      Selanjutya kelompokkan benda-benda tersebut sesuai warnanya sebelum diberikan pada si kecil. Setelah itu biarkanlah ia melakukan permainan nya sendiri.
3.      Selang beberapa waktu kemudian, kelompokkan benda-benda tersebut sesuai warna masing-masing.
4.      Lakukanlah permainan ini dengan pola yang telah diterangkan pada latihan pertama.
Kemampuan si kecil dalam permainan ini akan memahami warna bukan merupakan tujuan utama, tapi lebih pada pembedaan terhadap berbagai warna, dimana akan terjadi proses rangsangan warna yang di terima oleh retina mata dan dilanjutkan ke sistem saraf pusat sehingga sistem saraf pusat memberikan respon atau tanggapan terhadap rangsangan visual ini.
c.       Model permainan III
1.      Berikanlah kubus, bola, dan limas segitiga dengan bermacam-macam warna.
2.      Model latihan ini merupakan penggabungan latihan pertama dan kedua dengan objek yang lebih kompleks, berupa benda dengan bentuk dan warna yang berbeda-beda. Si kecil  akan mengalami peningkatan kemampuan panca indra, termasuk organ visual seiring dengan pertambahan usia dalam kondisi normal. Latihan semacam ini sangat penting untuk memaksimalkan pertumbuhan dan fungsi organ karena organ yang terlatih akan lebih sempurna pertumbuhan dan fungsinya.
3.      Sebaiknya latihan dilakukan secara rutin agar rangsangan berfikir yang di terima anak teratur.
Dalam sistem pemetaan otak konsep latihan di atas akan memacu pertumbuhan wilayah otak kiri. Hal ini terkait dengan pemaksimalan fungsi dan pertumbuhan otak untuk membentuk kekuatan rasionalitas. Berdasarkan fungsi aplikasinya kemampuan rasional akan mengarahkan untuk berfikir logis serta dapat memetakan permasalahan teknis dan matematis. Menurut beberapa penelitian para ahli di bidang kecerdasan manusia, kemampuan maksimal perkembangan otak kiri ini cenderung dimiliki orang barat. Oleh karena itu kemampuan dibidang teknik dan teknologi lebih banyak berkembang di sana. Ini merupakan tantangan tersendiri yang perlu di pecahkan agar si kecil mempunyai kemampuan yang maksimal.
Konsep pemahaman bangun dan keteratuaran merupakan latihan untuk memaksimalkan kemampuan analisis dan pengelompokan. Kekuatan yang terkandung dalam model permainan yang sederhana ini akan menghasilkan kerja pada otak kiri. Kerja yang terlatih dan kontinyu mengarahkan pada perkembangan struktur dan fungsi. Semakin banyak jenis model latihan yang diberikan dengan cara bertahap dan wajar maka akan meningkatkan kompleksitas pertumbuhan struktur maupun fungsi otak.
Pelajar yang dominan pada otak kiri biasanya mungkin akan:
1.      Memilih sesuatu yang erurutan
2.      Belajar lebih baik dari bagian-bagian kemudian keseluruhan
3.      Lebih memilih sistem membaca fonetik
4.      Menyukai kata-kata, symbol, dan huruf
5.      Lebih memilih membaca subjeknya terlrbih dahulu
6.      Mau berbagi informasi factual yang berhubungan
7.      Lebih memilih instruksi yang berurutan secara detail
8.      Mengalami focus internal lebih besar
9.      Menginginkan struktur dan perdiktabilitas

kebudayaan masyarakat madura

KEBUDAYAAN MASYARAKAT MADURA DENGAN CIRI KHAS YANG DIMILIKINYA

Kebudayaan adalah seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang kalau dilaksanakan oleh para anggotanya, melahirkan perilaku yang oleh para anggotanya dipandang layak dan dapat diterima.
Kebudayaan terdiri dari nilai-nilai, kepercayaan, dan persepsi abstrak tentang jagat raya yang berada di balik perilaku manusia, dan yang tercermin dalam perilaku. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyrakat, dan apabila orang berbuat sesuai dengan itu, maka perilaku mereka dianggap dapat diterima di dalam masyarakat.
Kebudayaan dipelajari melalui sarana bahasa, bukan diwariskan secara biologis, dan unsur-unsur kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu.
Dari definisi diatas masyarakat Madura memiliki kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat-masyarakat pada umumnya (masyarakat di luar Pulau Madura), meskipun Madura masih berada di wilayah Indonesia tapi karena factor letak membuat kebudayaan-kebudayaan di Indonesia berbeda-beda, dari satu daerah-ke daerah lain pasti memiliki perbedaan kebudayaan.
Untuk kebudayaan masyarakat Madura sendir berbeda dengan kebudayaan masyarakat lainnya, termasuk dengan kebudayaan Jawa Timur (Surabaya, Malang dll) meskipun Madura masih satu provinsi dengan mereka. Masyarakat Madura memiliki corak, karakter dan sifat yang berbeda dengan masyarakat Jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat masyarakat Madura disegani, dihormati bahkan “ditakuti” oleh masyarakat yang lain.
Kebaikan yang diperoleh oleh masyarakat atau orang Madura akan dibalas dengan serupa atau lebih baik. Namun, jika dia disakiti atau diinjak harga dirinya, tidak menutp kemungkinan mereka akan membalas dengan yang lebih kejam. Banyak orang yang berpendapat bahwa masyarakat Madura itu unik, estetis dan agamis. Dapat dibuktikan dengan banyaknya masjid-masjid megah berdiri di Madura dan tidak hanya itu saja, kebanyakan masyarakat Madura termasuk penganut agama Islam yang tekun, ditambah lagi mereka juga berusaha menyisihkan uangnya untuk naik haji. Dari hal tersebut tidak salah kalau masyarakat Madura juda dikenal sebagai masyarakat santri yang sopan tutur katanya dan kepribadiannya.
Masyarakat Madura masih mempercayai dengankekuatan magis, dengan melakukan berbagai macam ritual dan ritual tersebut memberikan peranan yang penting dalam pelaksanaan kehidupan masyarakat Madura. Slah satu bentuk kepercayaan terhadap hal yang berbau magis tersebut adalah terhadab bendah pusaka yang berupa keris atau jenis tosan aji dan ada kalanya melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan larung sesaji).
Untuk bahasa masyarakat Madura memiliki bahasa daerahnya sendiri yang mayoritas digunakan oleh masyarkat asli Madura. Bahasa Madura hamper mirip dengan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, karena bahasa Madura banyak terpengaruh oleh bahasa Jawa, Melayu, Bugis, Tionghoa dan lain sebagainya. Pengaruh bahasa Jawa sangat terasa dalam bentuk system hierarki berbahasa sebgai akibat pendudukan Kerajaan Mataram atas Pulau Madura pada masa lampau.
Bahasa Madura mempunyai system pelafalan yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang berusaha mempelajarinyapun mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sebagaimana bahasa-bahasa di kawasan Jawa dan Bali juga mengenal Tingkatan-tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkat yakni :
  • Ja’ – iya (sama dengan ngoko)
  • Engghi-Enthen (sama dengan Madya)
  • Engghi-Bunthen (sama dengan Krama)
Bahasa Madura juga mempunyai dialek-dialek yang tersebar di seluruh wilayah Madura. Di Pulau Madura sendiri pada galibnya terdapat beberapa dialek seperti dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan Kangean. Dialeg yang dijadikan acuan standar Bahasa Madura adalah dialek Sumenep, karena Sumenep di masa lalu merupakan pusat kerajaan dan kebudayaan Madura.
Untuk kesenian sendiri Madura memiliki beberapa kesenian tradisional seperti karapan sapi, topeng, keris, batik, celuret, kleles dan tuk-tuk. Karapan sapi adalah perlombaan pacuan sapi yang sudah berlangsung sejak dulu. Karapan sapi juga dapat menaikkan setatus social pemilik sapi bila sapi miliknya bisa juara dalam perlombaan tersebut.
Karapan sapi didahului dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura yang dinamakan saronen. Para pemusik seronen ini bertugas sebagai alat penyemangat anggota kontingen bersrta sapi-sapinya sebelum karapan dimulai.
Topeng Madura biasanya digunakan untuk pentas kesenian topeng dalang, yaitu kesenian topeng yang dalam memerankan suatu cerita, penarinya tidak berbicara, dialog dilakukan oleh dalangnya cerita yang dibawakan adalah cerita Ramayana dan Mahabarata.
Batik Madura adalah sebuah kerajinan tangan yang berasal dari Pulau Madura, yang pusat pembuatan batik tersebut berada di daerah Bangkalan yang merupakan ujung Barat Madura, sampai di pasar Sumenep. Batik Madura seakan identik dengan satu tempat istimewa, yaitu Tanjung Bumi, yang berada di Bangkalan Utara, diluar jalur utama lintas Madura yaitu berada di sisi selatan pulau Madura.
Keris juga merupakan sebuah kerajinan tradisional dari Madura meskipun tidak begitu diketahui sejak kapan keris sudah menjadi senjata tradisional masyarakat Madura. Tempat kerajinan keris sekarang berada di Kabupaten Sumenep di desa Aeng Tongtong, kecamatan Saronggi. Keris sekarang dan keris pada masa lalu berbeda, bila keris sekarang digunakan hanya untuk meningkatkan/menaikkan pamor seseorang dan keris pada masa lalu digunakan sebagai alat berperang.
Celurit juga termasuk alat tradisional milik masyrakat Madura, terutama para rakyat kecil memperlakukan celurit sebagai senjata yang tak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Tak mengherankan, bila pusat kerajinan senjata tajam itu banyak bertebaran di pulau Madura. Celurit dibuat di desa Peterongan, kecamatan Galis, kabupaten Bangkalan. Disana sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya sebagai pandai besi pembuat arit dan celurit dan keahlian mereka adalah warisan sejak ratusan tahun lampau.
Kleles  adalah alat yang dipakai untuk pasangan sapi yang dikerap agar keduanya dapat lari seirama, sedangkan pada bagian buritan adalah tempat duduk joki, yang akan mengendalikan arah dan larinya sapi. Tuk-tuk sebagai instrument pengiring pada saat kerap sedang dibawa keliling maupun pada saat sedang berlangsung perlombaan kerapan sapi.
Cara hidup masyarakat Madura ada berbagai macam seperti ada masyarakat Madura yang merantau kedaerah-daerah lain yang bertujuan agar dapat menaikkan derajat mereka, ada pula yang masih di daerahnya untuk melakukan ternak sapi, bila yang tinggal didaerah pesisir mereka bekerja sebagai nelayan dan pembuat garam tradisional, ada pula yang membuat usaha di rumah seperti usaha batik tulis Madura, kerajinan celurit dan keris.
Pakaian adat masyarakat Madura untuk pria sangat identik dengan motif garis horizontal yang biasanya berwarna merah-putih dan memakai ikat kepala. Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan kain batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.
Untuk rumahnya sendiri, masyarakat Madura kebanyakan rumahnya hamper mirip rumah Jawa (Joglo), karena bila dilihat dari sejarahnya Jawa masih ada benang merah dengan Madura maka ada akulturasi kebudayaan, antara budaya Jawa dengan budaya Madura.
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa Madura memiliki kebudayaan yang komplek dan menakjubkan. Tinggal kita, sebagai generasi muda apakah dapat melestarikan kebudayaan-kebudayaan peninggalan nenek moyang kita atau kebudayaan itu akan hilang dengan sendirinya dan anak cucu kita nantinya tidak akan dapat mengetahui dan menikmati kebudayaan peninggalan nenek moyang mereka.

Pendidikan Multikultural

 A. Pengertian Pendidikan Multikulturalisme
Pendapat Andersen dan Cusher ( 1994:320 ), pendidikan multikultural dapat diartikan sebagai pendidikan mengenai keragaman kebudayaan. James Banks ( 1993:3 ) pendidikan multikultural sebagai pendidikan untuk people of color. Artinya, pendidikan multikultural ingin mengeksplorasi perbedaan sebagai keniscayaan ( anugrah tuhan atau sunatullah ). Muhaemin el Ma’hady, pendidikan multikultural dapat didefinisikan sebgai pendidikan tentang keragaman kebudayaan dalam meresponi perubahan demografi dan kultural lingkungan masyarakat tertentu bahkan dunia secara keseluruhan ( global ).

Hilda Hernandez pendidikan multikultural sebagai prespektif yang mengakui realitas politik,sosial,dan ekonomi yang dialami oleh masing-masing individu dalam pertemuan manusia yang kompleks dan beragam secara kultur, dan merefleksikan pentingnya budaya, ras, seksualitas, agama, gender, etnisitas, status sosial, ekonomi, dan pengecualian-pengecualian dalam proses pendidikan.

Paulo Freire, pendidikan bukan merupakan “ menara gading “ yang berusaha menjauhi realitas sosial dan budaya. Pendidikan menurutnya harus mamapu menciptakan tatanan masyarakat yang terdidik dan berpendidikan, buka sebuah masyarakat yang hanya mengagungkan prestise sosial sebagai akibat kekayaan dan kemakmuran yang dialami.

James Banks ( 1994 ), pendidikan multikultural memiliki beberapa dimensi yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yaitu : Pertama, Content Intergration, yaitu mengintegrasikan berbagai budaya dan kerealisasi dan teori dlam mata pelajaran/disiplin ilmu. Kedua, the knowledge construction process, yaitu membawa siswa untuk memahami implikasi budaya ke dalam sebuah mata pelajaran ( disiplin ). Ketiga, an equity paedagogy, yaitu menyesuaikan metode pengajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras, budaya ataupun sosial. Keempat, prejudice reduction, yaitu mengidentifikasi karakteristik ras siswa dan menetukan metode pengajaran mereka.
Secara umum peserta didik memiliki lima ciri yaitu :
1. Peserta didik dalam keadaan sedang berdaya, maksudnya ia dalam keadaan berdaya untuk menggunakan kemapuan, kemauan, dan sebagainya.
2. Mempunyai keinginan untuk berkembang ke arah dewasa.
3. Peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda-beda.
4. Peserta didik melakukan penjelajahan terhadap alam sekitarnya dengan potensi-potensi dasar yang dimiliki secara individual.

Mengenai fokus pendidikan multikultural, Tilaar mengungkapkan bahwa dalam program pendidikan multikultural, fokus tidak lagi diarahkan semata-mata kepada kelompok rasial, agama dan kultur dominan atau mainstream. Dalam konteks teorits, belajar dari model-model pendidikan multikultural yang pernah ada dan sedang dikembangkan oleh negara-negara maju, dikenal lima pendekatan, yaitu : pertama, pendidikan mengenai perbedaan kebudayaan atau multikulturalisme. Kedua, pendidikan mengenai perbedaan kebudayaan atau pemahaman kebudayaan, ketiga, pendidikan bagi pluralisme kebudayaan. Keempat, pendidikan dwi-budaya. Kelima,pendidikan multikultural sebagai pengalaman moral manusia.

B. Paradigma Pendidikan Multikultural
Ali maksum menggambarkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang masyarakatnya sangat majemuk atau pluralis. Kemajuan bangsa Indonesia dapat dilihat dari dua prespektif, yaitu : horizontal, kemajemukan bangsa kita dapat dilihat dari perbedaan agama, etnis, bahasa daerah, geografis, pakaian, makanan, dan budaya. Vertikal, kemajemukan bangsa kita dapat dilihat dari perbedaan tingkat pendidikan, ekonomi, pemukiman, pekerjaan, dan tingkat sosial budaya.
Pakar pendidikan, Syarif Sairin ( 1992 ), memetakan akar-akar konflik dalam masyarakat majemuk,
1. Perebutan sumber daya, alat-alat produksi, dan kesempatan ekonomi.
2. Perluasan batas-batas sosial budaya.
3. Benturan kepentingan politik, ideologi, dan agama.

Pendidikan multikulturalisme biasanya mempunyai ciri-ciri :
1. Tujuan membentuk “ manusia budaya “ dan menciptakan “ masyarakat berbudaya “.
2. Materinaya mengajarkan nilai-nlai luur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis.
3. Metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan dan keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis.
4. Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi persepsi, apresiasi, dan tindakan terhadap budaya lainnya.

C. Pendekatan Pendidikan Multikultural
Men-design pendidikan multikultural dalam tatanan masyarakat yang penuh permasalahan antara kelompok, budaya, suku, dan lain sebagainya, seperti Indonesia, mengamdung tantangan yang tidak ringan.
Ada beberapa pendekatan dalam proses pendidikan multikultural. Pertama tidak lagi menyamakan pandangan pendidikan dengan persekolahan,atau pendidikan multikultural dengan progrma-program sekolah formal. Kedua menghindari pandangan yang menyamakan kebudayaan dengan kelompok etnik. Ketiga interaksi insentif dengan orang-orang yang sudah memiliki kompetensi maka dapat dilihat lebih jelas bahwa upaya untuk mendukung sekolah-sekolah yang tyerpisah secraa etnik merupakan antietnis terhadap tujuan pendidikan multikultural. Keempat pendidikan multiltural meningkatkan kompetensi dalam beberapa kebudayaan. Kelima kemungkinan bahwa pendidikan meningkatkan kesadaran tentang kompetensi dalam beberapa kebudayaan.

D. Pendidikan Berbasis Multikultural
Hilda Hernandez, telah diungkapkan dua definisi ‘klasik’ untuk menekankan dimensi konseptual MBE yang penting bagi para pendidik. Definisi pertama menekankan esensi MBE sebagai prespektif yang mengakui realitas politik,sosial, dan ekonomi yang dialami oleh masing-masing individu dalam pertemuan manusia yang ko pleks dan beragam secara kultur. Definisi ini juga bermaksud merefleksikan pentingnya budaya, ras, gender, etnisitas, agama, status sosial, ekonomi dan [pengecualian-pengecualian dalam proses pendidikan.

E. Wacana Pendidikan Multikultural di Indonesia
Menurut Azyumardi Azra, pada level nasional berakhir sentralisme kekuasaan yang pada masa orde baru memaksakan “ monokulturalisme “ yang nyaris seragam memunculkan reaksi balik, yang mengandung implikasi negatif bagi rekontruksi kebudayaan Indonesia yang multikultural.

F. Pendidikan Multikultural dan Pendidikan Global
Pendidikan multikultural berarti menegmbangkan kesadaran atas kebanggaan seseorang terhadap bangsanya. Dengan demikian pendidikan global tidak mengurangi pengembangan kesadaran akan kebanggaan terhadap suatu bangsa. Dalam pendidikan multikultural dapat diidentifikasikan perkembangan sikap seseorang dalam kaitannya dengan kebudayaan-kebudayaan lain dalam masyarakat lokal sampai kepada masyarakat dunia global. James Banks mengemukakan beberapa tipologi sikap seseorang terhadap identitas etnik atau cultural identity, :
1. Ethnic psychological captivy
2. Ethnic encapsulation
3. Ethnic identifities clarification
4. The ethnicity
5. Multicultural ethnicity
6. Globalisme

G. Menuju Multikulturalisme Global
Multikulturalisme global berangkat dari kenyataan sejarah di mana budaya-budaya bangsa begitu majemuknya, sehingga monokulturalisme, buday tunggal, tidak mungkin menjadi agenda sebuah negara bangsa untuk dipaksakan kepada bangsa-bangsa lain.
Pengertian budaya di sisni tidak terbatas dalam seni, tapi mencakup segala hal yang menjadi proses dan produk sebuah komunitas : agama,ideologi,sistem hukum,sistem pembangunan, dan sebagainya.

Wibiya Widget